.

Deteksi dan Pengobatan Milky Disease Pada Lobster

 PHPI
.

Milky Disease

Deteksi dan Pengobatan Milky Disease pada Lobster Panulirus spp.

 

Oleh :

Joko Santosa*, Luluk Widayanti**, M. Budianto*** dan Ujang Komarudin****

 

Abstrak

Milky disease telah menimbulkan kerugian besar pada usaha budidaya lobster. Kematian akibat penyakit ini antara 80 – 100% dari populasi lobster yang dibudidayakan. Kejadian serangan penyakit bakterial merupakan kendala utama proses budidaya. Kasus yang terjadi di Lombok Tengah dan Lombok Timur ini memiliki gejala kematian dalam jumlah besar, gangguan pertumbuhan, hilangnya nafsu makan, perubahan warna karapas coklat kemerahan, cairan keputihan pada bagian ventral lobster dan kelemahan umum.

Dari pemeriksaan mikrobiologi di lab penguji BPBL Lombok tidak ada pertumbuhan koloni bakteri. Pegujian dengan metode PCR di lab BPBL Lombok terhadap riketsia-like bakteria dengan primer 137F: 5’-AAC-GAT-CTC-TTC-GGA-GAG-AGT-G-3’, 137R: 5’-GCC-CAT-TCA-ATG–GCG-ATA-3’ dan 254F: 5’-CGA-GGA-CCA-GAG-ATG-GAC-CTT-3’, 254R: 5’-GCT-CAT-TGT-CAC-CGC-CAT-TGT-3’ menunjukkan hasil positif. Pemeriksaan parasit hasilnya negative. Berdasarkan hasil tersebut diagnosa yang disimpulkan adalah septichaemia akibat rickettsia-like bakteria atau Milky Disease.

Berdasarkan diagnosa tersebut maka treatment yang diambil adalah pemberian injeksi antibakterial 10 mg/kg BB dan pemberian pakan yang disuplementasi dengan vitamin, premix dan immunostimulan. Treatmen ini berhasil mempertahankan Survival Rate lobster 67,1 – 73,2%.

 

Kata kunci : Panulirus sp, septichaemia, Rickettsia-like bakteria. antibakterial.

 

*PHPI Pertama, Penyelia Molekuler Lab. Penguji BPBL Lombok

**PHPI Muda, Manajer Tehnik dan Penyelia Bakteriologi Lab. Penguji BPBL Lombok

***PHPI Pelaksana, Penyelia Parasitologi Lab. Penguji BPBL Lombok

****Manajer Puncak Lab. Penguji BPBL Lombok

 

 


Detection and Treatment of Milky Disease in Lobster Panulirus spp.

by :

Joko Santosa*, Luluk Widayanti**, M. Budianto*** dan Ujang Komarudin****

 

Abstract

            Milky disease causes huge financial loss on marine lobster -culture. The mortality rate of lobster caused by this disease was between 80-100% out of total population. The infection of bacterial agents is a major problem in marine culture systems. Diseases which occur in East and Central Lombok cause high mortality rate, loss of weight, loss of appetite, change of the colour of carapas to reddish-brown, production of milky-white mucus in ventral abdomen and general weaknesses.

Using microbiological tests, the growth of colony was not found in universal media. Molecular test using PCR to detect riketsia-like bakteria with the primer 137F: 5’-AAC-GAT-CTC-TTC-GGA-GAG-AGT-G-3’, 137R: 5’-GCC-CAT-TCA-ATG–GCG-ATA-3’ and 254F: 5’-CGA-GGA-CCA-GAG-ATG-GAC-CTT-3’, 254R: 5’-GCT-CAT-TGT-CAC-CGC-CAT-TGT-3’ gave a positive result, while the detection of parasites gave a negative result. Therefore, the disease was diagnosed as septichaemia by rickettsia-like bacteria or Milky Disease.

Thus, for treatments 10 mg/kg BW anti-bacterial drug, vitamins, premix and immunostimulants were given. These treatments were successful to keep the survival rate of 67,1 – 73,2%.

 

Key words : Panulirus sp, Septichaemia, Rickettsia-like bacteria, anti-bacterial drug

 

 

*PHPI Pertama, Molecular Analyst at MADC Lombok Diagnostic Laboratory

**PHPI Muda, Tehnical Manager and Bacteriology Analyst at MADC Lombok Diagnostic Laboratory

***PHPI Pelaksana, Parasitology Analyst at MADC Lombok Diagnostic Laboratory

****Top Manager at MADC Lombok Diagnostic Laboratory

 

Full artikel, download disini:

 

.

Author: 

Leave a Reply