Sejarah BPBL Lombok

Sejarah BPBL Lombok

kepala bpbl lombokBalai Perikanan Budidaya Laut Lombok merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Balai ini dirintis sejak tahun 1990 yang awalnya merupakan bagian kegiatan proyek pengembangan Balai Budidaya Laut Lampung. Adapun nama balai pada saat itu adalah Instalasi Balai Budidaya Laut Lampung yang mempunyai tugas mengembangkan perikanan budidaya laut di Nusa Tenggara Barat, dipimpin oleh seorang coordinator kegiatan. Adapun lokasi pengembangannya yaitu Dusun Gerupuk Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah-NTB dengan luas area 30.000 M2 (3 Ha). Lahan tersebut berstatus Hak Guna Pakai dari Pemda Tk I NTB yang dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi NTB.

Melihat perkembangan dan tuntutan tugas dan fungsi serta kemudahan dalam pengembangan budidaya laut di NTB dan sekitarnya maka pada tahun 1995 berubah menjadi Loka Budidaya Laut Lombok (LBL-L) dengan wilayah kerja Propinsi NTB, NTT dan Bali, yang secara kelembagaan dipimpin oleh seorang pejabat eselon IV yaitu Kepala LBL-Lombok. Berbagai sarana dan prasarana terus ditingkatkan untuk mendukung pengembangan budidaya laut, dan pada tahun 2000 terjadi pengembangan yaitu penambahan lokasi pengembangan di Dusun Giligenting Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat-NTB. Pada lokasi tersebut mulai dilengkapi berbagai fasilitas sejak tahun 2000 sampai 2002, dan mulai dioperasionalkan tahun 2002. Luas lahan yang dipergunakan yaitu 6.000 M2 (0,6 Ha) yang merupakan Hak Guna Pakai dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi NTB.

Tuntutan dan kapasitas LBL-Lombok yang makin berkembang pesat, serta tingkat mobilitas yang tinggi maka pada tahun 2004 kegiatan administrasi perkantoran yang semula di Gerupuk dipindahkan ke Sekotong, yang saat ini menjadi kantor pusat. Kapasitas yang semakin meningkat, sehingga pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Budidaya Laut Lombok, dengan struktur organisasi yang terdiri dari Kepala Balai dibantu 3 pejabat struktural yaitu 1) Kepala Subbagian Tata Usaha; 2) Kepala Seksi Standarisasi dan Informasi; 3) Kepala Seksi Pelayanan Teknis; dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pada tahun yang sama diperluas area kegiatan melalui penambahan asset tanah seluas 15.000 M2 (1,5 Ha) untuk pengembangan di Sekotong yang berasal dari alokasi anggaran tahun 2006. Sehingga pada tahun 2006 luas lahan disekotong yaitu 21.000 M2 (2,1Ha).

Untuk mencegah tumpang tindih tugas dan fungsi diantara lembaga lain, pada tahun 2014 nama balai, struktur organisasi dan tugas fungsi dirubah menjadi Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, hingga saat ini.